Anak Sehat Selama Pandemi Covid 19

Posted by: Yudi Riskini - Posted on:

Ditulis Oleh: Nurlaila, M.Kep (Dosen STIKES Muhammadiyah Gombong)

Pada situasi meningkatnya jumlah pasien yang dirawat inap dan kematian akibat wabah covid 19, menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat terhadap anak-anak mereka. Covid 19 yang parah pada anak dilaporkan jarang terjadi di seluruh dunia. Laporan terbesar terjadi pada anak-anak di China yaitu sejumlah 2143 anak di china mengalami Covid 19, hanya 5-6% anak yang mengalami penyakit parah yaitu hipoksia (kekurangan oksigen) dan 0,6% anak mengalami gagal nafas atau kegagalan multiorgan atau  acute respiratory distress syndrome (ARDS) 1.

Meksipun tingkat keparahan dan kematian pada anak akibat covid 19 diseluruh dunia dialaporkan rendah, namun situasi ini menimbulkan kekhawatiran pada tenaga kesehatan dan para orang tua akan kesehatan anak di Indonesia. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menjaga anak tetap sehat dan terhindar dari Covid 19 adalah:

1.      Memberi pengertian pada anak untuk beraktifitas di dalam rumah. Jelaskan prinsip menjaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 m

2.    Membiasakan anak mencuci tangannya dengan air bersih dan sabun lebih sering yaitu sebelum makan, setelah buang air, sebelum dan setelah melakukan aktivitas (bermain, menyentuh hewan, dsb). Penggunaan hand sanitizer hanya alternative apabila tidak tersedia air mengalir dan sabun, misalnya jika jauh dari sarana cuci tangan.

3.      Mengingatkan anak untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

4.      Memakai masker (masker kain) saat memerlukan ke luar rumah untuk mencegah penularan melalui batuk dan bersin. Anak cenderung sulit untuk menggunakan masker dalam waktu lama sehingga tetap tinggal dirumah adalah pilihan yang baik untuk anak.

5.      Segera mandi, cuci rambut dan mengganti baju sesampainya di rumah setelah berpergian

6.      Membersihkan benda-benda yang sering disentuh seperti perabot, gagang pintu, mainan, gawai dan lain-lain dengan desinfektan secara berkala

7.      Orang tua mengajarkan etika bersin dan batu pada anak: Gunakan boneka untuk menunjukkan gejala bersin, batuk dan menutup bersin atau batuk dengan siku tangan

 

Cuci tangan dengan air bersih dan sabun yang menyenangkan bagi anak:

a.       Menyanyikan lagu sambil mencuci tangan untuk berlatih mencuci tangan atau menggunakan handrub minimal selama 40-60 detik

 

b.      Memberi hadiah untuk mencuci tangan yang sering / tepat waktu

 

Cara memakai masker

a.       Ajari anak mencuci tangan sebelum dan sesudah memakai masker

b.      Pastikan masker menutup mulut, hidung dan dagu

c.       Hindari menyentuh masker saat memakainya, minta anak mencuci tangan jika menyentuh masker

 

d.      Melepas masker dengan hanya menyentuh talinya untuk segera dicuci

 

Monitor kesehatan anak secara mandiri dirumah:

1.      Pantau pertumbuhan dan perkembangan balita menggunakan buku KIA

2.      Pemenuhan asupan gizi seimbang sesuai usia anak mengacu pada panduan di buku KIA

a.       Bayi baru lahir sampai usia 6 bulan diberikan ASI saja (ASI eksklusif)

b.      Bayi usia 6 bulan sampai 2 tahun lanjutkn pemberian ASI dan MP-ASI sesuai anjuran pemberian makan bayi dan anak (PMBA) yang baik dan benar

c.       Anak umur 2 tahun keatas diberikan makanan keluarga yang memenuhi gizi seimbang

d.      Tunda membawa anak ke fasilitas kesehatan, kecuali keadaan gawat darurat, meliputi:

1)      Sesak nafas atau biru pada bibir

2)      Diare terus menerus atau muntah disertai lemas (dehidrasi)

3)      Nyeri perut hebat

4)      Perdarahan terus menerus

5)      Kejang atau penurunan kesadaran atau kelumpuhan

6)      Demam tinggi 3 hari atau demam pada neonates

7)      Kecelakaan

8)      Keracunan, menelan benda asing, digigit hewan bebisa

 

Saat harus berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan, lakukan tindakan berikut:

1.      Usahakan membuat janji temu dengan pemberi pelayanan agar tidak menunggu terlalu lama

2.      Menggunakan masker baik ibu maupun anak, sejak dari rumah. Masker bedah lebih baik

3.      Upayakan tidak menggunakan transportasi umum

4.      Langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir begitu sampai di fasilitas pelayanan kesehatan.

5.      Jaga jarak minimal 1,5 m dengan orang sekitar dan upayakan tidak menyentuh apapun jika tidak diperlukan.

6.      Selesai pelayanan segera kembali ke rumah, ikuti protokol tatacara masuk rumah setelah berpergian (segera mandi dan ganti baju) 2

 

DAFTAR PUSTAKA

1.        Sinha IP, Harwood R, Semple MG, et al. COVID-19 infection in children. Lancet Respir Med. 2020;(20):2019-2020. doi:10.1016/S2213-2600(20)30152-1

2.        Kementrian Kesehatan RI. Panduan Pelayanan Kesehatan Balita Pada Masa Tanggap Darurat COVID-19. Jakarta; 2020.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.